KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji dan syukur sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada
Tuhan yang maha Esa atas rahmad dan karunianya penulis berkesempatan untuk
menyelesaikan materi ini.
Dalam upaya pelengkapan tugas
mata kuliah Eetika Profesi. Disini saya menyelesaikan materi mengenai tentang
PEKERJAAN,PROFESI DAN PROFESIONAL.
Dalam
menyelesaikan materi ini saya menyadari bahwa masih
banyaknya kekurangan – kekurangan baik dalam penyusunan kata-kata dan literatur
yang terbatas, namun berkat dukungan dan kerja keras maka akhirnya saya dapat menyelesaikan materi ini,walaupun saya masih merasa
belum sempurna
Akhir kata dengan menyadari keterbatasan
pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia, termasuk saya ternyata banyak kekurangan –
kekurangan di dalam menyelesaikan
materi ini didalam hal ini kritk dan saran sangatlah saya harapkan, semoga Allah SWT memberkati kita semua,
Amin
A . PENDAHULUAN
Etika profesi tentang pekerjaan,profesi
dan profesional ,adalah hal yang kita harus ketahui dari awal sebelum memasuki
dunia pekerjaan,karena kita harus dapat menetahui pekerjaan apa yang akan
menjadi profesi kita.
Pekerjaan seseorang menentukan masa depan
mereka nantinya,jadi kita harus bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan
kemampuan dan keahlian kita yang kita miliki.
Sedangkan profesi adalah kemampuan yang dimiliki
seseorang untuk menawarkan jasanya untuk mendapatkan upah atau gaji.
Profesional adalah kemampuan seseorang yang
bekerja sebagai apa pun,yang harus bertindak sesuai dengan keadaan yang
ada,walaupun ada hal yang lebih utama,baik hal pribadi atau apa pun itu,contoh
profesional pekerjaan adalah,seorang docter yang harus tetap melaksanakan
operasi walaupun ia sedang bersama keluarganya,ia harus pergi untuk
melaksanakan tugasnya. Itu adalah hal tentang etika PEKERJAAN,PROFESI dan
PROFESIONAL.
Saya mengambil materi ini agar kita dapat menjadi pekerja yang memiliki
profesi yang baik dan harus menjadi orang yang profesional.
B . PERMASALAHAN
Permasalahan disini sering kali terjadi dalam hal
pekerjaan pada setiap orang yang sudah memiliki pekerjaan yang baik dan profesi
yang cukup menarik.
Permasalahan yang sering muncul dalam pekerjaan,profesi dan profesional
adalah:
Mengapa
banyak orang tidak bisa bersifat profesional pada pekerjaan mereka masing –
masing ?
2.
Apakah
kita harus memiliki profesi yang baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak ?
3.
Apakah
pekerjaan yang baik dapat menjamin seseorang tersebut menjadi pekerja yang
profesional dalam pekerjaannya ?
4.
Bagaimanakah
agar kita menjadi seseorang yang profesional ?
C.PEMBAHASAN
Eksistensi manusia memang tidak ada habis-habisnya menjadi persoalan
yang membayang-bayangi fikiran manusia itu sendiri. Kebutuhan, emosi, dan tingkah laku melatarbelakangi manusia
bergerak sesuai keinginannya pun tentunya sangatlah beragam. Wajar jika manusia
memiliki sifat universal, memiliki dimensi keberagaman yang sangat luas.
Kebingungan yang menghantui fikiran manusia akan dirinya sendirinya pun semakin
sulit untuk diterka, dan itulah manusia.
Daripada
pembahasan kita terjebak di lorong yang gelap karna sulit untuk menemukan titik
terang dari pembahasan eksistensi manusia, alngkah baiknya jika kita mengawali
proses pada pembahasan kali ini tentang hal-hal yang berkaitan erat bagaimana
manusia itu melakukan hal-hal yang ia inginkan, karena apa yang
melatarbelakangi mereka bertingkahlaku adalah sebuah miniature daripada
eksistensi manusia itu sendiri.
Pendapat
yang dilontarkan dari para filsuf dan psikolog mengenai kebutuhan mendasar
manusia pun sangatlah beragam; Sigmund
Freud, G. W. Allport, Carl Gustav Jung, Alfred Adler, Kurt Lewin dll, tentunya memiliki filosofi berpikir dan
background keilmuan yang berbeda-beda. Maka bagi saya dalam memahami ilmu
psikologi itu merupakan ilmu seni yang berupaya untuk mencari titik koordinat
yang sama dari pemikiran yang berbeda.
Berawal
dari pemikiran Kurt Lewin, ia adalah
seseorang yang berasal Polandia.
Coretan keilmuan Kurt Lewin ini
berawal dari Universitas Frieberg dimana ia bergelut dengan dunia kedokteran.
Setelah ia melenyelesaikan studi tentang ilmu kedokteran, Dia pindah ke
Universitas Munich untuk belajar biologi. Maka tak heran ketika ia mencoba
mencetuskan teori tentang segala sesuatu yang melatarbelakangi manusia
melakukan kebutuhannya, ia cenderung menggunakan disiplin ilmu biologi, sama
halnya ketika perkembangan yang ada di dalam diri manusia merupakan sesuatu
yang tidak lepas dari gejala biologis.
Karena
keilmuan Kurt Lewin ini sebagian besar pengetahuannya tentang konsep-konsep
ilmu Biologi, maka tak heran ketika Lewin menjelaskan tentang perihal dinamika
kepribadian seseorang, ia cenderung menggunakan pendekatan IPA ( ilmu
pengetahuan alam ).
Bagi
Lewin, energy ini muncul
ketika seseorang akan melakukan gerak, namun dalam istilah Psikologi energy
ini lebih dikenal dengan energy psikis.
Tension, bagi Lewin tension dalam ilmu pengetahuan
alam (IPA) diartikan sebagai suatu tegangan yang bekerja. Tetapi ketika Lewin
mengaitkannya pada ilmu Psikologi, ia mengartikan bahwa tension merupakan suatu
keadaan pribadi tertentu. Contohnya ketika orang menghadapi masalah tertentu,
dan tentunya ia akan berfikir, mencari solusi dan membuat strategi serta taktik
yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Ketika manusia
memusatkan tenaga serta pikirannya untuk mencari sebuah solusi, seseorang
tersebut mengalami tegangan (tension) pada salah satu system tertentu. Tegangan
itu terjadi guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Untuk
mengurangi tegangan yang terjadi orang tersebut melakukan proses berfikir.
Ketika didapatkan suatu solusi dan pemecahan masalah, energy dan tegangan
merata sehingga pribadi orang tersebut kembali seimbang. Dengan demikian ketika
salah satu dari system yang berada dalam diri seseorang mengalami tegangan, maka
system yang lain cenderung menyeimbangkan dengan system yang tegang tadi.
Need, diartikan sebagai keadaan tertentu yang
mengalami tegangan ( tension ) yang kekuatannya meningkat. Keadaan kebutuhan ( need
) yang dapat meningkatkan tension. Kebutuhan ( need )
ini mencakup aspek pemenuhan akan kebutuhan fisik contohnya ketika seseorang
lapar ketika perutnya kosong. Keadaan seperti ini merupakan kebutuhan
fisiologis orang yang bersangkutan. Dengan kata lain seseorang membutuhkan
makanan ketika ia merasakan lapar.
Valence, Lewin memberikan pengertian valence ialah
sesuatu yang bertugas memberikan arah gerakan dalam lingkungan psikologis yang
terdapat di dalam setiap pribadi seseorang. Lebih jelasnya Lewin menyatakan
bahwa valence tidak memberikan dorongan pribadi untuk dapat bergerak
dalam lingkungan psikologis, tetapi hanya sebatas memberikan arah gerakan dalam
lingkungan psikologis.
Force ( vector ) di atas telah disinggung bahwa valence
bertugas untuk memberikan arah geraakan yang terdapat didalam diri seseorang.
Sedangkan yang bertugas yang mendorong suatu gerakan dalam lingkungan
psikologis ialah force. Dalam ilmu pengetahuan alam (IPA), suatu
gerakan dapat terjadi ketika terdapat suatu kekuatan yang cukup besar sehingga
benda tersebut bergerak. Demikian pula dalam ilmu Psikologi, gerakan yang
terjadi didalam diri seseorang terjadi ketika terdapat kekuatan yang cukup
besar yang mendorong pribadi untuk melakukan gerakan. Selanjutnya
kekuatan-kekuatan tersebut berkoordinasi dengan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia,
sehingga terjadinya suatu pergerakan transisif yang dialami oleh pribadi.
Locomotion (gerakan) Lewin menggambarkan sebuah contoh
nyata dari locomotion ini yang tentunya ditinjau menggunakan kaca mata
Psikologi,
Misalnya
ketika seseorang berjalan melintasi mal dan melihat baju yang sangat bagus.
Setelah melihat baju yang sangat bagus tersebut, seseorang tersebut
berkeinginan untuk bisa memilikinya.
Dalam peristiwa tersebut Lewin menjelaskan
bahwa adanya suatu kebutuhan yang sifatnya primer, dengan demikian seseorang
tersebut akan mengalami tegangan akan kebutuhannya tersebut sehingga nantinya
termanifestasi oleh prilaku ingin memiliki baju tersebut.
Jadi, manusia tidak
akan lepas dari segala aspek yang melatarbelakangi akan kebutuhan
fisiologisnya. Tergantung bagaimana kita mengontrol prilaku, serta diri kita
sendiri. Bagaimana pun juga kebutuhan-kebutuhan akan pemenuhan fisiologisnya
merupakan miniature kecil dari keadaan kepribadian, mental serta watak seseorang,
dan itu mempunyai kaitan tertentu akan eksistensi manusia.
D. KESIMPULAN
Pada materi di atas kita dapat mengetahui bagaimana agar kita menjadi
pekerja yang memeiliki profesi yang baik serta menjadi pekerja yang profesional
dalam hal pekerjaan yang kita miliki saat ini.
Pekerjaan,profesi dan profesional adalah hal harus kita perhatikan dalam
pekerjaan kita,agar kita menjadi seseorang yang benar – benar menghargai
pekerjaan dan profesi yang kita miliki.
E. DAFTAR PUSTAKA
a. Aziz, Kemal. 2010. Etika Profesi dalam Dunia Bisnis dan
Teknologi Informasi. Jakarta : Pembelajar Presindo.
b. Wahyono, Teguh. 2006. Etika Komputer dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang
Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi Offset.
c. Soetjipto, Raflis Kosasi.2011.Profesi
Keguruan.Jakarta : Rineka Cipta