Senin, 08 Juni 2015

Pekerjaan Profesi dan Profesional


KATA PENGANTAR

Alhamdulillah puji dan syukur sebesar-besarnya penulis ucapkan kepada Tuhan yang maha Esa atas rahmad dan karunianya penulis berkesempatan untuk menyelesaikan  materi ini.
Dalam upaya pelengkapan tugas mata kuliah Eetika Profesi. Disini saya menyelesaikan materi mengenai tentang PEKERJAAN,PROFESI DAN PROFESIONAL.
Dalam menyelesaikan materi ini saya menyadari bahwa masih banyaknya kekurangan – kekurangan baik dalam penyusunan kata-kata dan literatur yang terbatas, namun berkat dukungan dan kerja keras maka akhirnya saya dapat menyelesaikan materi ini,walaupun saya masih merasa belum sempurna
Akhir kata dengan menyadari keterbatasan pengetahuan yang diberikan Allah kepada manusia, termasuk saya ternyata banyak kekurangan – kekurangan di dalam menyelesaikan materi ini didalam hal ini kritk dan saran sangatlah saya harapkan, semoga Allah SWT memberkati kita semua, Amin

                                                                            

A . PENDAHULUAN
      Etika profesi tentang pekerjaan,profesi dan profesional ,adalah hal yang kita harus ketahui dari awal sebelum memasuki dunia pekerjaan,karena kita harus dapat menetahui pekerjaan apa yang akan menjadi profesi kita.
Pekerjaan seseorang menentukan masa depan mereka nantinya,jadi kita harus bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan keahlian kita yang kita miliki.
Sedangkan profesi adalah kemampuan yang dimiliki seseorang untuk menawarkan jasanya untuk mendapatkan upah atau gaji.
Profesional adalah kemampuan seseorang yang bekerja sebagai apa pun,yang harus bertindak sesuai dengan keadaan yang ada,walaupun ada hal yang lebih utama,baik hal pribadi atau apa pun itu,contoh profesional pekerjaan adalah,seorang docter yang harus tetap melaksanakan operasi walaupun ia sedang bersama keluarganya,ia harus pergi untuk melaksanakan tugasnya. Itu adalah hal tentang etika PEKERJAAN,PROFESI dan PROFESIONAL.
Saya mengambil materi ini agar kita dapat menjadi pekerja yang memiliki profesi yang baik dan harus menjadi orang yang profesional.



B . PERMASALAHAN
     Permasalahan disini sering kali terjadi dalam hal pekerjaan pada setiap orang yang sudah memiliki pekerjaan yang baik dan profesi yang cukup menarik.
Permasalahan yang sering muncul dalam pekerjaan,profesi dan profesional adalah:
     Mengapa banyak orang tidak bisa bersifat profesional pada pekerjaan mereka masing – masing ?
2.      Apakah kita harus memiliki profesi yang baik untuk mendapatkan pekerjaan yang layak ?
3.      Apakah pekerjaan yang baik dapat menjamin seseorang tersebut menjadi pekerja yang profesional dalam pekerjaannya ?
4.      Bagaimanakah agar kita menjadi seseorang yang profesional ?
 

C.PEMBAHASAN
   Eksistensi manusia memang tidak ada habis-habisnya menjadi persoalan yang membayang-bayangi fikiran manusia itu sendiri. Kebutuhan, emosi, dan tingkah laku melatarbelakangi manusia bergerak sesuai keinginannya pun tentunya sangatlah beragam. Wajar jika manusia memiliki sifat universal, memiliki dimensi keberagaman yang sangat luas. Kebingungan yang menghantui fikiran manusia akan dirinya sendirinya pun semakin sulit untuk diterka, dan itulah manusia.
Daripada pembahasan kita terjebak di lorong yang gelap karna sulit untuk menemukan titik terang dari pembahasan eksistensi manusia, alngkah baiknya jika kita mengawali proses pada pembahasan kali ini tentang hal-hal yang berkaitan erat bagaimana manusia itu melakukan hal-hal yang ia inginkan, karena apa yang melatarbelakangi mereka bertingkahlaku adalah sebuah miniature daripada eksistensi manusia itu sendiri.
Pendapat yang dilontarkan dari para filsuf dan psikolog mengenai kebutuhan mendasar manusia pun sangatlah beragam; Sigmund Freud, G. W. Allport, Carl Gustav Jung, Alfred Adler, Kurt Lewin dll, tentunya memiliki filosofi berpikir dan background keilmuan yang berbeda-beda. Maka bagi saya dalam memahami ilmu psikologi itu merupakan ilmu seni yang berupaya untuk mencari titik koordinat yang sama dari pemikiran yang berbeda.
Berawal dari pemikiran Kurt Lewin, ia adalah seseorang yang berasal Polandia. Coretan keilmuan Kurt Lewin ini berawal dari Universitas Frieberg dimana ia bergelut dengan dunia kedokteran. Setelah ia melenyelesaikan studi tentang ilmu kedokteran, Dia pindah ke Universitas Munich untuk belajar biologi. Maka tak heran ketika ia mencoba mencetuskan teori tentang segala sesuatu yang melatarbelakangi manusia melakukan kebutuhannya, ia cenderung menggunakan disiplin ilmu biologi, sama halnya ketika perkembangan yang ada di dalam diri manusia merupakan sesuatu yang tidak lepas dari gejala biologis.
Karena keilmuan Kurt Lewin ini sebagian besar pengetahuannya tentang konsep-konsep ilmu Biologi, maka tak heran ketika Lewin menjelaskan tentang perihal dinamika kepribadian seseorang, ia cenderung menggunakan pendekatan IPA ( ilmu pengetahuan alam ).
Bagi Lewin, energy ini muncul ketika seseorang akan melakukan gerak, namun dalam istilah Psikologi energy ini lebih dikenal dengan energy psikis.
Tension, bagi Lewin tension dalam ilmu pengetahuan alam (IPA) diartikan sebagai suatu tegangan yang bekerja. Tetapi ketika Lewin mengaitkannya pada ilmu Psikologi, ia mengartikan bahwa tension merupakan suatu keadaan pribadi tertentu. Contohnya ketika orang menghadapi masalah tertentu, dan tentunya ia akan berfikir, mencari solusi dan membuat strategi serta taktik yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Ketika manusia memusatkan tenaga serta pikirannya untuk mencari sebuah solusi, seseorang tersebut mengalami tegangan (tension) pada salah satu system tertentu. Tegangan itu terjadi guna menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya. Untuk mengurangi tegangan yang terjadi orang tersebut melakukan proses berfikir. Ketika didapatkan suatu solusi dan pemecahan masalah, energy dan tegangan merata sehingga pribadi orang tersebut kembali seimbang. Dengan demikian ketika salah satu dari system yang berada dalam diri seseorang mengalami tegangan, maka system yang lain cenderung menyeimbangkan dengan system yang tegang tadi.

     Need, diartikan sebagai keadaan tertentu yang mengalami tegangan ( tension ) yang kekuatannya meningkat. Keadaan kebutuhan ( need ) yang dapat meningkatkan tension. Kebutuhan ( need ) ini mencakup aspek pemenuhan akan kebutuhan fisik contohnya ketika seseorang lapar ketika perutnya kosong. Keadaan seperti ini merupakan kebutuhan fisiologis orang yang bersangkutan. Dengan kata lain seseorang membutuhkan makanan ketika ia merasakan lapar.

    Valence, Lewin memberikan pengertian valence ialah sesuatu yang bertugas memberikan arah gerakan dalam lingkungan psikologis yang terdapat di dalam setiap pribadi seseorang. Lebih jelasnya Lewin menyatakan bahwa valence tidak memberikan dorongan pribadi untuk dapat bergerak dalam lingkungan psikologis, tetapi hanya sebatas memberikan arah gerakan dalam lingkungan psikologis.

     Force ( vector ) di atas telah disinggung bahwa valence bertugas untuk memberikan arah geraakan yang terdapat didalam diri seseorang. Sedangkan yang bertugas yang mendorong suatu gerakan dalam lingkungan psikologis ialah force. Dalam ilmu pengetahuan alam (IPA), suatu gerakan dapat terjadi ketika terdapat suatu kekuatan yang cukup besar sehingga benda tersebut bergerak. Demikian pula dalam ilmu Psikologi, gerakan yang terjadi didalam diri seseorang terjadi ketika terdapat kekuatan yang cukup besar yang mendorong pribadi untuk melakukan gerakan. Selanjutnya kekuatan-kekuatan tersebut berkoordinasi dengan kebutuhan-kebutuhan dasar manusia, sehingga terjadinya suatu pergerakan transisif yang dialami oleh pribadi.

     Locomotion (gerakan) Lewin menggambarkan sebuah contoh nyata dari locomotion ini yang tentunya ditinjau menggunakan kaca mata Psikologi,

        Misalnya ketika seseorang berjalan melintasi mal dan melihat baju yang sangat bagus. Setelah melihat baju yang sangat bagus tersebut, seseorang tersebut berkeinginan untuk bisa memilikinya.

 Dalam peristiwa tersebut Lewin menjelaskan bahwa adanya suatu kebutuhan yang sifatnya primer, dengan demikian seseorang tersebut akan mengalami tegangan akan kebutuhannya tersebut sehingga nantinya termanifestasi oleh prilaku ingin memiliki baju tersebut.

Jadi, manusia tidak akan lepas dari segala aspek yang melatarbelakangi akan kebutuhan fisiologisnya. Tergantung bagaimana kita mengontrol prilaku, serta diri kita sendiri. Bagaimana pun juga kebutuhan-kebutuhan akan pemenuhan fisiologisnya merupakan miniature kecil dari keadaan kepribadian, mental serta watak seseorang, dan itu mempunyai kaitan tertentu akan eksistensi manusia.


D. KESIMPULAN

      Pada materi di atas kita dapat mengetahui bagaimana agar kita menjadi pekerja yang memeiliki profesi yang baik serta menjadi pekerja yang profesional dalam hal pekerjaan yang kita miliki saat ini.

Pekerjaan,profesi dan profesional adalah hal harus kita perhatikan dalam pekerjaan kita,agar kita menjadi seseorang yang benar – benar menghargai pekerjaan dan profesi yang kita miliki.




E. DAFTAR PUSTAKA

a.       Aziz, Kemal. 2010. Etika Profesi dalam Dunia Bisnis dan Teknologi Informasi. Jakarta : Pembelajar Presindo.
b.      Wahyono, Teguh. 2006. Etika Komputer  dan Tanggung Jawab Profesional di Bidang Teknologi Informasi. Yogyakarta : Andi Offset.
c.       Soetjipto, Raflis Kosasi.2011.Profesi Keguruan.Jakarta : Rineka Cipta